Milan Menentang Polandia dan Hongaria Batasi Hak LGBTQ+

Milan Menentang Polandia dan Hongaria Batasi Hak LGBTQ+

Ilustrasi | Milan Menentang Polandia dan Hongaria Batasi Hak LGBTQ+ (Canva/Ceritahits.com)

Ceritahits.com - Milan kota utama di sebelah utara Italia tergabung dengan sejumlah kota lainnya. Menentang upaya Polandia dan Hongaria membatasi hak-hak LGBTQ+.

Milan menetapkan diri sebagai kota zona bebas LGBTQ+. Label ini merujuk apa yang mereka sebut area kebebasan ideologi LGBT sejak peluncuran itu di beberapa kota Polandia 2019.

"Salah satunya larangan kebebasan untuk hidup dan berbicara tentang LGBTQ + kewarganegaraan lokal. Secara substansial di Polandia dan Hungaria," kata anggota dewan dan aktivis Michele Albiani.

Menurutnya Milan merupakan rumah bagi komunitas LGBTQ+ terbesar di Italia.

Selain itu sejajar dengan sejumlah perusahaan di Paris, Wina dan Lisbon yang sama-sama berjanji untuk melindungi hak-hak LGBTQ+.

Komisioner Eropa untuk Kesetaraan mengeluarkan teguran ke Polandia November 2020. Sebab zona bebas ideologi LGBT bertentangan dengan nilai dan hukum Uni Eropa (UE).

Dalam beberapa kasus Komisi Eropa juga memutus akses untuk dana UE. Mengakibatkan Menteri Kehakiman Polandia Zbigniew Ziobro menuduh komisi itu melakukan pemerasan.

Anggota dewan Milan Carmine Pacente, Michele Albiani dan Angelo Turco mensponsori bersama RUU untuk mengubah kota menjadi 'Zona Bebas LGBTQ+'

Adapun beberapa kota lainnya telah berbalik arah, banyak yang tetap pada janji mereka untuk mengecualikan orang-orang LGBTQ+.

Sementara di Hungaria, pemerintah tahun lalu mengesahkan undang-undang yang melarang komunikasi yang seakan-akan mempromosikan atau menampilkan homoseksualitas atau perubahan gender kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Upaya Milan mendapat sokongan dari Kelompok Sosialis Eropa di Komite Daerah. Menegaskan bahwa LGBTQ+ memiliki hak yang sama di Eropa meskipun kebijakan diskriminatif di beberapa negara anggota Uni Eropa.

"Milan telah mendukung komunitas LGBTQ+ selama lebih dari satu dekade, tetapi semua orang sadar bahwa masih banyak hal lain yang harus mereka perbaiki," kata Albiani.

"Sekarang tujuannya harus melakukan tindakan praktis untuk komunitas pelangi, seperti pendaftaran gender untuk transgender dan pembangunan pusat budaya LGBTQ+ yang besar," jelasnya.

Nikodem Bernaciak menolak berkomentar terkait hal ini. Padahal ia seorang analis hukum di Ordo Iuris Institute yang merumuskan piagam pro-keluarga.

Bahkan sejumlah kota di Polandia mengadopsi piagam pro-keluarga tersebut dalam upaya menciptakan zona bebas ideologi LGBT. (*)

Dapatkan update berita terkini, berita selebriti, hot gosip, tips, info kesehatan. Berita bola dan pertandingan, musik dan film setiap hari dari Ceritahits.com. Bergabung di Grup Telegram kami, klik link: Cekricek News Update, dan Grup Facebook, klik link: Sekilas Info.

Dapatkan update berita terkini, berita selebriti, hot gosip, tips, info kesehatan, berita bola dan pertandingan, musik dan film setiap hari dari Ceritahits.com di Google News.

Baca Juga

Kupas kampanye dan propaganda berkedok Hak Asasi Manusia (HAM), ratusan pelajar SMK se-Padang bahas LGBT di masjid Raya Sumbar, (3/9/2022).
Bahas LGBT di Masjid Sumbar, BKPRMI: Kupas Kampanye dan Propaganda
Gus Miftah berikan tanggapan terkait Ragil Jerman. pasangan LGBT, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert kaum Sodom (sesama jenis) nas Alquran
Tanggapan Gus Miftah Soal Ragil Jerman: Perilaku Kaum Sodom
Ragil Jerman Pasangan Gay di Podcast Deddy Corbuzier
Ragil Mahardika Pria Gay Kontroversi: Ngak Sabar Nunggu Baby
Ragil Jerman Pasangan Gay di Podcast Deddy Corbuzier
Siapa Ragil Jerman Pasangan Gay di Podcast Deddy Corbuzier
Undang Pasangan Gay: Deddy Corbuzier Bantah Kehilangan Follower (Instagram/Matercorbuzier/Ceritahits)
Undang Pasangan Gay: Deddy Corbuzier Bantah Kehilangan Follower
Kondisi cerita bayi kembar siam lahir di Pariaman, Sumatera Barat berurai air mata keluarga pasien RSUP M. Djamil Padang, Kamis (22/9/2022).
Cerita Bayi Kembar Siam di Pariaman Sumbar, Keluarga Hanya Bisa Pasrah